Lembaga Manajemen Kolektif Wahana Musik Indonesia (WAMI)

Wahana Musik Indonesia (WAMI), adalah suatu badan usaha yang bergerak dibidang Collective Management Organization (CMO), atau Lembaga Manajemen Kolektif pengelola eksploitasi karya cipta lagu, terutama untuk royalti atas Hak Mengumumkan (Performing Rights). [1]

 

Keberadaan suatu Lembaga Manajemen Kolektif seperti WAMI ini sangat penting sekali. karena dengan adanya Lembaga Manajemen Kolektif, para komposer akan terus fokus terhadap usaha untuk menghasilkan karya cipta lagu, begitu juga dengan publisher (label rekaman) mereka akan fokus dalam hal kegiatan marketing musiknya.

 

Karena pentingnya keberadaan Lembaga Manajemen Kolektif ini, maka beberapa penerbit musik (label musik) di Indonesia seperti Musica Studios, Aquarius Pustaka Musik, Trinity Optima Publishing, Jawara Pustaka Musik, Mobimax Multimedia, Penerbit Karya Musik Pertiwi, Mitra Kreasi Prima, ARKA Publishing & Universal Publishing, bersepakat untuk mendirikan WAMI pada tanggal 15 September 2006 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 5 Januari 2007. Dalam hal kepengurusannya tersebut, WAMI mensyaratkan kepengurusan organisasinya dari perwakilan 6 komposer (pencipta lagu) dan 6 publisher (label rekaman).

 

Dewan Pengurus WAMI

Sumber : Dewan Pengurus WAMI dalam http://www.wami.co.id/about.php

 

 

Pada tanggal 7 Juni 2012, WAMI menjadi bagian dari anggota CISAC (International Confederation of Societies of Authors & Composers), yaitu suatu organisasi induk Performing Rights Sedunia, yang beranggotakan 269 Negara. Dengan menjadi anggota dari CISAC ini, maka Pemegang Hak Cipta Asing secara otomatis royaltinya dikelola oleh WAMI berdasarkan Perjanjian Resiprokal dengan organisasi sejenis diantara negara anggota. [2]

 

wami kerjasama

Sumber : http://www.wami.co.id

 

Berikut ini merupakan bagan alur proses pengumpulan royalti musik yang dilakukan oleh WAMI :

Kegiatan WAMI

Sumber : http://www.wami.co.id/what_we_do.php [3]

 

WAMI menjalankan fungsinya sebagai lembaga manajemen kolektif pengelola eksploitasi karya cipta lagu terutama untuk royalti atas Hak Mengumumkan (Performing Rights). WAMI akan menerima kuasa dari Pencipta (Komposer) dan Pemegang Terkait (Publisher) untuk mengelola Hak Cipta Musik mereka, untuk dilisensikan kepada berbagai pihak yang melakukan kegiatan kegiatan Performing Rights. Diantaranya kegiatan Live Concert, Hotel, Restoran dan Cafe, Shoping Center, Cinema, Karoke, RBT, Ringtone dan Website, Transportasi serta Taman Hiburan. Setelah itu, WAMI akan menyalurkan royalti yang dibayarkan tersebut kepada pencipta (komposer) dan pemegang terkait (publisher).

 

Menurut Undang-undang Hak Cipta, disebutkan bahwa pemungutan royalti musik dilakukan oleh organisasi profesi berdasarkan kesepakatan antara Pencipta dan organisasi profesi tersebut. Peran Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sangat penting dalam rangka mengatur pengelolaan hak ekonomi untuk menghimpun dan mendistribusikan royalti untuk diteruskan kepada Pencipta Lagu dan publisher. [4]

 

Didalam UU Hak Cipta UU No 19 Tahun 2002, pada Pasal 2 (1) dijelaskan pengertian Hak Cipta yaitu :

 

Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang undangan yang berlaku.

 

Didalam UU Hak Cipta, UU No 19 Tahun 2002 dijelaskan pula tentang lisensi, yaitu izin yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemegang Hak Terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak Ciptaannya atau produk Hak Terkaitnya dengan persyaratan tertentu.

 

Didalam pasal 45 (1) UU No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dijelaskan bahwa Pemegang Hak Cipta berhak memberikan Lisensi kepada pihak lain berdasarkan surat perjanjian lisensi untuk melaksanakan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.

 

WAMI sebagai Lembaga Manajemen Kolektif, akan memberikan ijin berupa surat perjanjian lisensi musik, kepada pihak-pihak yang akan menggunakan lagu-lagu milik komposer dan publisher yang tergabung dalam lembaga WAMI.

 

Berikut adalah alur proses pengurusan Lisensi WAMI :

Alur Pengurusan Lisensi WAMI

(Sumber : http://www.wami.co.id/what_we_do.php) [5]

 

Sumber :

1. About WAMI dalam http://www.wami.co.id

2. WAMI Bergabung Menjadi Anggota CISAC dalam http://www.wami.co.id/about.php diakses 30 September 2013

3. Kegiatan WAMI dalam http://www.wami.co.id/what_we_do.php diakses 30 September 2013

4. Peran Bam HKI Dalam Menyelesaikan Masalah Yang Dihadapi Oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK)

5. Alur Pengurusan Lisensi Musik Melalui WAMI dalam http://www.wami.co.id/what_we_do.php diakses 30 September 2013


Keyword :

Hak Cipta Musik, Lisensi Musik, Cara Mendapatkan Lisensi Musik, Mendaftarkan Lisensi Musik, Pendaftaran Hak Cipta Musik, Prosedur Royalti Musik, Lembaga Manajemen Kolektif Royalti Musik, Ijin Royalti Musik


Ditulis Oleh :

Agus Candra Suratmaja, S.P

Staf Manajemen Strategis Am Badar & Partners

Follow Me : @aguscandra

Agus Candra Ukuran Kecil Banget

4 thoughts on “Lembaga Manajemen Kolektif Wahana Musik Indonesia (WAMI)

  1. Abdee Maryad

    Malam min, saya punya pertanyaan nih…

    1. Lagu yang kita daftarkan ke WAMI harus sudah dalam bentuk mp3 dan sudah di track recording atau belum?

    2. Misalnya kita sudah mendaftarkan lagu ciptaan kita itu, selanjutnya akan diapakan oleh WAMI? Akan dibawa kearah mana lagu ciptaan kita yang sudah kita daftarkan tersebut?

    Terima kasih sebelumnya saya ucapkan atas info yang bermanfaat yang telah disampaikan 😆

    • Nabil Baswel

      Dear Bapak Abdee Maryad,

      Terima kasih atas pertanyaan Bapak, terkait hal tersebut akan kami coba uraikan dibawah ini:

      1. WAMI merupakan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang oleh undang-undang diberikan wewenang untuk menghimpun royalti suatu ciptaan untuk dan atas nama pencipta. Jadi, dalam hal ini Anda cukup memberikan Surat Kuasa yg didalamnya tertulis judul lagu dan nama pencipta. Untuk formatnya bebas, mau mp3 atau mp4 atau jenis lainnya yang penting ciptaan tersebut dapat diperdengarkan dan dinikmati oleh pengguna (user).

      2. Kewenangan WAMI terhadap ciptaan anda tersebut adalah menghimpun royalti kepada pengguna yg menggunakan ciptaan anda dan royalti tersebut akan diberikan kepada anda nantinya. WAMI tidak berwenang untuk melakukan pengubahan apapun terkait dari suatu ciptaan selain menghimpun royalti.

      Demikian penjelasan dari kami dan semoga bermanfaat bagi Bapak. Jika masih ada hal-hal yang ingin dikonsultasikan, silahkan menghubungi kami di alamat email info@ambadar.co.id.

      Terima kasih.

  2. Canggih Marbun

    Pak saya mau bertanya.. apakah di WAMI saya bisa mendaftarkan lagu rohani kristen yang merupakan lagu- lagu ciptaan saya pak ?. Mohon penjelasannya Pak. Terimakaish

    • Nabil Baswel

      Sebelum kami menjawab pertanyaan Bapak, ada baiknya kami menjelaskan sedikit mengenai Pencatatan Hak Cipta.

      Dalam hal melakukan Pendaftaran Hak Cipta atau saat ini yang menurut hukum disebut dengan Pencatatan Hak Cipta, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Merujuk pada Pasal 66 ayat (1) UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta selanjutnya disebut UUHC, tahap pertama yang harus dipenuhi oleh Pencipta/Pemegang Hak Cipta/Pemilik Hak Terkait, atau Kuasanya ialah dengan membuat permohonan tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Menteri. Pencatatan ini dapat diajukan baik sendiri maupun melalui Konsultan Kekayaan Intelektual ke Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri, DJKI, Kemenkumham atau ke Kantor Wilayah Kemenkumham Republik Indonesia di seluruh Indonesia.

      Perlu diketahui pula, dalam hal Pencipta ingin melindungi Hak Ekslusifnya (Hak Moral dan Hak Ekonomi), dalam Pasal 1 butir 1 UUHC menjelaskan ”Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”. Oleh karena itu, Pencipta secara otomatis memiliki hak ekslusif atas ciptaanya setelah ia mempublikasikan hasil ciptaanya dalam suatu bentuk yang nyata. Lebih lanjut pencatatan ke DJKI bukanlah suatu kewajiban bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta tersebut dalam usaha melindungi karya ciptaannya. Namun, Pencacatan Hak Cipta memiliki beberapa keuntungan bagi Pencipta yakni apabila dikemudian hari terjadi sengketa dan perlu ada bukti–bukti sah atas kepemilikan hasil ciptaanya maupun ingin melakukan pengalihan hak ke pada pihak lain, serta dapat dijadikan sebagai agunan.

      Berkaitan dengan pertanyaan Bapak, Wahana Musik Indonesia (WAMI) merupakan salah satu Lembaga Manajemen Kolektif (selanjutnya disebut LMK) berbentuk badan hukum yang bertugas untuk mengelola Hak ekonomi atas kuasa Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dalam bentuk menghimpun dan mendistribusikan royalti, sebagaimana dijelaskan pada pada Pasal 1 angka 22 UUHC. Royalti merupakan suatu imbalan yang diberikan oleh masyarakat (Pengguna Ciptaan/karya) kepada Pencipta atau Pemegang Hak Cipta. LMK hanya bertanggung jawab atas Hak ekonomi pencipta namun tidak serta merta dengan Hak moral pencipta.

      Lebih lanjut, WAMI berfungsi sebagai penghimpun Hak ekonomi dari penggunaan hasil Ciptaan atau karya (berkaitan dengan musik) pemegang Hak Cipta lalu mendistribusikan kepada Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dalam bentuk hasil royalty (uang).

      Jadi, pencatatan lagu rohani Bapak tidak dapat diajukan ke WAMI, melainkan ke Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri, DJKI.

      Atas pencatatan lagu rohani Bapak tersebut, dengan senang hati jika kami dapat mewakili Bapak untuk mengajukannya ke DJKI. Jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui alamat email di info@ambadar.co.id atau marketing@ambadar.co.id.

Add comment