Pendaftaran Hak Cipta di Indonesia

1. Pengertian Hak Cipta

Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

2. Prosedur Pendaftaran Hak Cipta di Indonesia Melalui Konsultan HKI Am Badar & Partners

 SYARAT-SYARAT PERMOHONAN PENDAFTARAN HAK CIPTA :

1. Nama, kewarganegaraan dan alamat pencipta.

2. Nama, kewarganegaraan dan alamat pemegang hak cipta.

  1. Judul ciptan.

  2. Tanggal dan tempat diumumkan untuk pertama kali.

  3. Uraian singkat Ciptaan.

  4. Contoh ciptaan dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Buku dan Karya Tulis lainnya : 2 buah yang telah dijilid dengan edisi terbaik.

  • Apabila suatu buku berisi foto seseorang harus dilampirkan surat tidak keberatan dari orang yang difoto atau ahli warisnya.

  • Program komputer (Software) 2 buah CD disertai buku petunjuk pengoperasian.

  • Alat Peraga : 1 buah disertai dengan uraian ciptaannya.

  • Lagu : 10 buah berupa notasi dan atau syair.

  • Drama : 2 buah naskah tertulis atau rekamannya.

  • Tari (koreografi) : 10 bh gambar atau 2 buah rekamannya.

  • Pewayangan : 2 buah naskah tertulis atau rekamannya.

  • Pantomim : 10 buah gambar atau 2 buah rekamannya.

  • Karya pertunjukan : 2 buah rekamannya.

  • Karya siaran : 2 buah rekamannya.

  • Seni lukis, seni motif, seni batik, seni kaligrafi, logo dan gambar : masing-masing 10 lembar berupa foto.

  • Arsitektur : 1 buah gambar arsitektur.

  • Peta : 1 buah.

  • Fotografi : 10 lembar.

  • Sinematografi : 2 buah rekamannya.

  • Terjemahan : 2 buah naskah yang disertai izin dari pemegang Hak Cipta.

  • Tafsir, saduran dan bunga rampai 2 buah naskah.

DOKUMEN YANG DIBUTUHKAN :

I. ATAS NAMA PERUSAHAAN :

  1. Surat Kuasa yang ditandatangani diatas materai “6.000”.

  2. Surat Pengalihan Hak (dari pencipta kepada Pemegang Hak Cipta) ditandatangani diatas meterai “6000”).

  3. Surat Pernyataan (menyatakan ciptaan tersebut adalah asli).

  4. NPWP Perusahaan.

  5. Foto Copy KTP Pemohon dan Pencipta.

  6. Akta Perusahaan.

  7. Contoh Ciptaan.

II. ATAS NAMA PERORANGAN

  1. Surat Kuasa yang ditandatangani diatas materai “6.000”

  2. Surat pengalihan hak (apabila nama Pencipta berbeda dengan nama Pemegang Hak Cipta) ditandatangani diatas materai “6.000”).

  3. Surat Pernyataan (menyatakan ciptaan tersebut adalah asli)

  4. NPWP

  5. Foto Kopi KTP

5 Contoh ciptaan

 

III. PROSES PENDAFTARAN ± 1,5 tahun

3. Keuntungan Pendaftaran Hak Cipta melalui Konsultan HKI

Kelebihan pendaftaran Hak Cipta melalui Konsultan HKI :

1. Efisiensi waktu dan Tenaga dalam proses pendaftaran Hak Cipta.

2. Klien akan mendapatkan bantuan advise yang menyeluruh dalam proses pendaftaran Hak Cipta.

4. Klien akan mendapatkan advokasi jika suatu saat Hak Ciptanya mengalami permasalahan Hukum.

 

4. Jenis-Jenis Ciptaan yang dilindungi di Indonesia

Didalam UU No 19 Tahun 2002 pada pasal 12 (1) dijelaskan beberapa ciptaan yang dilindungi diantaranya adalah, Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang terdiri dari :

a. Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;

b. Ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu;

c. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;

d. Lagu atau musik dengan atau tanpa teks;

e. Drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;

f. Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni

pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;

g. Arsitektur;

h. Peta;

i. Seni batik;

j. Fotografi;

k. Sinematografi;

l. Terjemahan, tafsir,saduran, bunga rampai, database,dan karya lain dari hasil

pengalihwujudan.

(2) Ciptaan sebagaimana dimaksud dalam huruf l dilindungi sebagai Ciptaan tersendiri dengan

tidak mengurangi Hak Cipta atas Ciptaan asli.

(3) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) dan ayat (2), termasuk juga semua

Ciptaan yang tidak atau belum diumumkan, tetapi sudah merupakan suatu bentuk kesatuan

yang nyata, yang memungkinkan Perbanyakan hasil karya itu

 

5. Jangka Waktu Perlindungan Hak Cipta di Indonesia

Didalam Pasal 29 UU Hak Cipta, UU No 19 Tahun 2002 dijelaskan tentang Masa Berlaku Hak Cipta untuk :

(1) Hak Cipta atas Ciptaan :

a. Buku, pamflet, dan semua hasil karya tulis lain;

b. Drama atau drama musikal, tari, koreografi;

c. Segala bentuk seni rupa, seperti seni lukis, seni pahat, dan seni patung;

d. Seni batik;

e. Lagu atau musik dengan atau t anpa teks;

f. Arsitektur;

g. Ceramah, kuliah, pidato dan Ciptaan sejenis lain;

h. Alat peraga;

i. Peta;

j. Terjemahan, tafsir, saduran, dan bunga rampai

Berlaku selama hidup Pencipta dan terus berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun setelah Pencipta meninggal dunia.

(2) Untuk Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dimiliki oleh 2 (dua) orang atau lebih, Hak Cipta berlaku selama hidup Pencipta yang meninggal dunia paling akhir dan berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun sesudahnya.

 

Keyword :

Pendaftaran Hak Cipta, Pendaftaran Karya Cipta, Pendaftaran Hak Cipta di Indonesia, Daftar Hak Cipta, Daftar Karya Cipta, Bagaimana Cara Pendaftaran Hak Cipta di Indonesia, Bagaimanakah Prosedur Pendaftaran Hak Cipta, Prosedur Pendaftaran Hak Cipta di Indonesia, Keuntungan Pendaftaran Hak Cipta

Ditulis Oleh :

Agus Candra Suratmaja, S.P

Staf Manajemen Strategis Am Badar & Partners

Follow Me : @aguscandra

Agus Candra Ukuran Kecil Banget

4 thoughts on “Pendaftaran Hak Cipta di Indonesia

  1. Wah, baru tahu setelah baca postingan ini. Semangat min….

  2. jeff

    saya ingin bertanya tentang perlindungan hak cipta kepada khususnya para digital artist yang menciptakan karya digital berupa multi-platform dan format (gambar, video, design animasi, dll.) saya masih bingung hak cipta tersebut melindungi 1 nama artist atau perusahaan tersebut, atau 1 jenis karyanya, atau keseluruhannya?

    • Nabil Baswel

      Terima kasih atas pertanyaan anda.

      Kami perlu menjelaskan mengenai definisi pencipta menurut Pasal 1 angka 2 Undang-Undang No 28 Tahun 2014 (selanjutnya disebut UUHC) “Pencipta adalah seorang atau beberapa orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama menghasilkan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi”. Oleh sebab itu, dalam pembuatan karya digital apabila tidak ada perjanjian Hak Cipta atas hasil karya ciptaan tersebut maka hak ekslusif melekat secara pribadi terhadap Pencipta.

      Perlu kami jelaskan pula mengenai pemegang hak atas suatu ciptaan, sebagaimana dijelaskkan dalam pasal Pasal 1 butir 4 UUHC yang menyatakan bahwa “Pemegang Hak Cipta adalah Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta, pihak yang menerima hak tersebut secara sah dari Pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut secara sah.” Dalam pasal ini kita dapat menyimpulkan, apabila ada pihak lain (dalam hal ini perusahaan) menerima hak atas suatu ciptaan dari pencipta secara sah maka perusahaan tersebut memilik hak untuk mengelola hak-hak yang melekat dari hasil ciptaan tersebut. Yang dimaksud menerima hak tersebut secara sah ialah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak atas pengelolaan hak atas ciptaan tersebut.

      Lain halnya bila ada suatu perusahaan menginisiasi serta memfasilitasi seseorang atau sekelompok orang dalam pembuatan karya ciptaanya, maka berdasarkan Pasal 34 UUHC “Dalam hal Ciptaan dirancang oleh seseorang dan diwujudkan serta dikerjakan oleh Orang lain di bawah pimpinan dan pengawasan Orang yang merancang, yang dianggap Pencipta yaitu Orang yang merancang Ciptaan”. Sehingga hak ekslusif tersebut melekat pada perusahaan karena ide ciptaan tersebut berasal dari perusahaan itu sendiri.

      Namun, apabila diperjanjikan antara kedua belah pihak atas Ciptaan yang dibuat dalam hubungan kerja ataupun berdasarkan pesanan maka hak eksklusif melekat pada Pencipta ataupun pemegang Hak Cipta sebagaimana dijelaskan pada Pasal 36 UUHC.

      Jadi, Hak Ekslusif (hak moral dan hak ekonomi) atas suatu Ciptaan tergantung ada atau tidaknya suatu kesepakatan antara kedua belah pihak mengenai karya Ciptaan yang akan dihasilkan.

Add comment