Pencegahan Pemalsuan Merek Dengan “Project Zero” Milik AMAZON

Sebagaimana diketahui, pada era modern perdagangan barang dan/atau jasa tidak hanya dapat dilakukan melalui cara konvesional tetapi perdagangan dapat juga dilakukan melalui perdagangan elektronik (e-commerce). Berbagai kemudahan ditawarkan melalui e-commerce sehingga aktivitas tersebut banyak diminati oleh masyarakat karena konsumen diberikan kemudahan untuk membeli barang-barang dengan hanya menggunakan alat elektronik seperti komputer, laptop maupun handphone.

Kemudian, perlu disadari bahwa perdagangan melalui e-commerce membawa dampak baik sekaligus buruk bagi para pelaku bisnis.  Dampak baiknya adalah para pelaku bisnis dapat menjual barang-barangnya dengan mudah ke konsumen dan konsumen dapat pula membeli produk-produk para pelaku usaha dengan sangat mudah sehingga transkasi kedua belah pihak akan lebih cepat. Namun, dampak buruknya adalah banyak pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menjual barang-barang palsu dengan menggunakan merek milik orang lain dengan sengaja untuk keuntungan mereka sendiri melalui e-commerce. Hal ini menjadi masalah yang sangat serius bagi para pelaku bisnis di berbagai negara khususnya di Amerika Serikat dimana banyak produk palsu yang beredar di pasaran dan merugikan para pengusaha.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kerugian yang ditimbulkan akibat barang-barang palsu tersebut paling dirasakan oleh salah satu perusahaan perdagangan elektronik multinasional asal Amerika Serikat, yaitu Amazon. Amazon telah mengalami banyak masalah terkait banyaknya barang-barang palsu yang dijual di situs mereka. Dalam beberapa tahun Amazon telah mengalami kesulitan untuk mengatasi keluhan-keluhan dari para pelaku usaha yang barang-barangnya banyak dipalsukan dan dijual dengan bebas di Amazon.com.

Dengan banyaknya keluhan dari para mitra Amazon, akhirnya pada tanggal 28 Februari 2019, Amazon meluncurkan program baru dengan nama “Project Zero” yang dibuat untuk memberantas pemalsuan barang dan memberdayakan merek-merek asli. Project Zero merupakan gabungan teknologi, mesin pembelajaran dan inovasi dengan pengetahuan canggih mengenai merek dimana para pemilik merek dapat mendeteksi barang-barang palsu yang menggunakan merek mereka. Selanjutnya, program Project Zero ini pun memudahkan para pelaku usaha sekaligus pemilik merek untuk dapat secara langsung menindak dan menghapus data penjual  yang memalsukan barangnya tanpa harus melapor ke pihak Amazon.

Selain itu, program Project Zero buatan Amazon ini juga mendorong para pelaku usaha untuk segera mendaftarkan mereknya karena hanya produk-produk dengan merek yang sudah terdaftar yang bisa menggunakan program Project Zero. Pemberantasan barang-barang palsu ini bukan hanya ditujukan kepada para pelaku usaha, tapi Project Zero juga menguntungkan bagi konsumen karena konsumen tidak lagi khawatir akan membeli barang palsu karena dengan program ini semua produk akan memiliki kode unik yang menjadi tanda keaslian produk tersebut.

Program Project Zero buatan Amazon ini disambut dengan baik oleh para pelaku usaha karena hal ini membuktikan bahwa Amazon memiliki komitmen untuk melindungi merek-merek milik pengusaha dengan memberantas barang palsu untuk beredar di situs mereka. Harapannya dengan adanya Project Zero, Amazon dapat memberantas tuntas peredaran dan penjualan barang-barang palsu di situs web mereka dan memfasilitasi para pelaku usaha dalam melindungi merek-mereknya.

Sumber:

  1. https://blog.aboutamazon.com/company-news/amazon-project-zero diakses pada tanggal 11 Maret 2019.
This entry was posted in Trademark. Bookmark the permalink.

No comments yet.

Be the first to comment by using the form below.

Add comment