Kekayaan Intelektual Easter Egg Dalam Video Game

Easter Egg adalah fitur yang sengaja ditempatkan di dalam sebuah karya yang terkadang dapat merujuk pada inspirasi dari luar karya tersebut. Easter Egg acap kali dapat ditemukan di video game, program komputer, film, acara TV, atau bermacam bentuk hiburan lain. Easter Egg juga bisa merujuk pada kejutan yang tidak terduga. Terkadang bisa merujuk ke cameo di film. Cameo adalah munculnya seseorang atau karakter yang terkenal di bidang performing acts seperti teater, film, video games, dan televisi. Namun durasi selama mereka muncul tidak lama.

Konsep ini sama seperti dengan perburuan Easter Egg tradisional zaman dahulu. Easter Egg pertama diciptakan pada akhir 70-an, ketika pesan tersembunyi Easter Egg dikodekan ke dalam game Atari Adventure, yang membuat pemain mencari pesan tersembunyi lainnya di dalam game.

Karena sifatnya, Easter Egg biasanya melibatkan beberapa perlakuan tidak pantas dari karya orang lain yang dilindungi hak cipta. Penilaian apakah perbuatan mereka termasuk melanggar atau tidak, seringkali dilihat dan bergantung pada jumlah dan substansi penggunaan yang diambil. 

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam penggunaan Easter Egg?

1. Jika karya lainnya milik Anda sendiri.

Contohnya terdapat dalam video games yang berjudul Star Wars: The Force Unleashed 2, terdapat patung Guybrush Threepwood, karakter utama dari Monkey Island (game yang juga dikembangkan oleh LucasArts, perusahaan yang juga mengembangkan video games Star Wars). Ini adalah dua properti yang dimiliki perusahaan yang sama dan keduanya merupakan elemen ciptaan mereka sendiri. Dengan asumsi tidak ada kesepakatan lisensi yang tidak biasa, ini mungkin aman.

2. Keperluan parodi yang referensinya langsung ke orang lain.

Parodi adalah bentuk kritik dan hukum fair use dapat memberikan perlindungannya. Misalnya, pada video games di The Witcher 2: Assassins of Kings oleh CD Projekt Red, dapat ditemukan sosok mati dalam game yang mengenakan jubah putih dan penutup kepala yang mirip dengan karakter utama Ubisoft dalam seri Assassin’s Creed. Sebenarnya kedua game ini adalah game yang berbeda. Namun, terdapat Easter Egg yang menghubungkan koneksi antara kedua game yang sama-sama bertemakan assassins atau pembunuh ini. Dalam hal ini, mungkin tidak ada penggunaan properti yang dilindungi, tetapi jika ada, penting untuk diingat bahwa parodi dan fair use adalah pembelaan terhadap pelanggaran hak cipta, bukan perlindungan dari tuntutan.

3. Referensi secara tidak langsung terhadap karya orang lain.

Referensi ini contohnya adalah menghantam balok di sebuah permainan, maka sebuah koin muncul layaknya game Super Mario Bros. Hal tersebut merupakan bagian dari permainan Mario Bros yang ikonik, tetapi bukanlah sebuah properti yang memiliki hak cipta, seperti nama trademark atau ciri khas suatu karakter yang terlindungi.

Secara keseluruhan, konsep Easter Egg adalah legal. Tetapi dapat dengan mudah melanggar hak cipta atau merek dagang tergantung pada bagaimana Easter Egg diterapkan. Jika pengembang perusahaan video game mengekstrak model yang akurat dengan game lain atau dengan jelas membuat ulang desain yang ada, pengembang mungkin melanggar hak cipta dari pembuat aslinya. Pengembang tidak dapat dan tidak boleh menyalin dan menempelkan karya orang lain. 

Sumber: 

No comments yet.

Be the first to comment by using the form below.

Add comment