Kekuatan Mickey Mouse Menggoyang Undang-Undang Hak Cipta Amerika

Tepat 120 tahun yang lalu, atau pada 5 Desember 1901 pendiri The Walt Disney Company, Walter Elias Disney dilahirkan. Sulit untuk menjelaskan dengan singkat pengaruh Disney serta perusahaannya terhadap dunia hiburan. Karena banyak dari kita, anak, remaja, orang tua, dan bahkan mungkin kakek-nenek yang memiliki kedekatan dengan karakter-karakter Disney. Mulai dari Donal Bebek, Simba, Cars, Buzz Lightyear, Disney Princess, hingga para jagoan Marvel yang saat ini Kekayaan Intelektualnya dimiliki Disney.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Disney adalah entitas raksasa yang sudah membawa banyak kebahagiaan dan kenangan untuk orang banyak tanpa mengenali umur. Namun, yang mungkin Partners belum ketahui adalah bahwa “kekuatan” Disney tidak hanya  dirasakan didalam hati jutaan fansnya, tetapi juga merambat ke ranah yang tidak disangka, seperti aula kongres Amerika Serikat. Kok bisa?

35 Disney Mickey Mouse Logo - Icon Logo Design
“I love Mickey Mouse more than any woman I have ever known.” – Walt Disney

Dari ribuan, atau mungkin jutaan karakter dibawah naungan Disney, ada satu karakter yang memulai segalanya, dan tentu saja itu adalah Mickey Mouse. Miki Tikus pertama kali muncul dalam film “Steamboat Willie” (1928), sebuah film bersejarah yang menjadi animasi pertama dengan suara yang disinkronisasi dengan gerakan. Tokoh Mickey, sekaligus berbagai inovasi yang diperkenalkan oleh film tersebut, sangat disenangi oleh publik pada masanya, sehingga melejitkan nama Walt Disney Company. 

Seiring dengan berjalannya waktu, Walt Disney menjadi perusahaan digdaya dengan Mickey Mouse sebagai maskotnya. Meskipun Mickey sudah menjadi simbol yang hampir sinonim dengan “Disney”, Mickey tetaplah suatu (atau seekor) tokoh fiksi yang tunduk dengan Undang-Undang Hak Cipta, dan sama halnya dengan subjek Hak cipta lainnya, Hak Cipta untuk Mickey Mouse akan berakhir. Inilah cikal bakal cengkeraman Disney pada penentu kebijakan hukum di Amerika Serikat. 

Shop Trends Disney Mickey Mouse - Steamboat Willie Wall Poster
“Laughter is timeless, imagination has no age, and dreams are forever.” – Walt Disney

Sebelumnya, penting untuk memahami dulu peraturan periode hak cipta di Amerika. US Copyright Act of 1790 mengatur bahwa periode hak cipta bertahan selama 14 tahun, dan apabila pemiliknya masih hidup pada saat periode tersebut berakhir, maka perlindungan dapat diperbarui untuk sebanyak 14 tahun lagi. Peraturan ini berlaku sampai diganti dengan Copyright Act of 1909 yang membawa berbagai perubahan, diantaranya adalah perpanjangan masa perlindungan hak cipta menjadi 28 tahun ditambah dengan  kemungkinan pembaruan selama 28 tahun. 

Sesuai dengan ketentuan Copyright Act of 1909, karakter Mickey Mouse, yang pertama muncul dalam film Steamboat Willie pada tahun 1928, akan kehilangan perlindungan hak cipta pada tahun 1984. Ini berarti Mickey Mouse dapat jatuh ke ranah Public Domain seperti Hercules atau Si Pitung. Disney, layaknya perusahaan manapun, tentu akan berusaha untuk melindungi asetnya. Mereka melobi keras agar Kongres AS mengganti UU yang berlaku dan pada akhirnya, usaha mereka “didengar” .  

Pada tahun 1976 Kongres mengesahkan undang-undang yang antara lain, mengubah periode perlindungan Hak Cipta agar mencakup seumur hidup penciptanya, ditambah dengan 50 tahun setelah kematiannya, dan untuk karya yang diciptakan oleh perusahaan, diberi perpanjangan retroaktif apabila suatu karya telah terbit sebelum penerapan UU terbaru. Hasilnya, periode perlindungan Hak Cipta diperpanjang dari 56 tahun menjadi 75 tahun, sehingga perlindungan Hak Cipta untuk Mickey Mouse akan berakhir pada tahun 2003. 

Sudah lebih dari dua dekade dari tahun 2003, apakah Mickey sudah jadi Public Domain? Sudah ada pihak lain yang memanfaatkannya sebagai produk komersial? Tunggu dulu, Disney bukanlah perusahaan kemarin sore yang akan diam begitu saja. 

Pada pertengahan decade 90-an, Disney mengantisipasi akhir dari perlindungan hak cipta Mickey Mouse dengan kembali memulai kampanye untuk mempengaruhi legislasi.  Kala itu, Disney lebih terbuka dalam pergerakannya. CNN melaporkan berbagai upaya tersebut, antara lain:

  • Memberikan donasi kepada Senator Patrick J. Leahy, anggota Komite Kehakiman AS, dan juga kepada Howard Coble, ketua Komite Kehakiman Departemen Kesenian dan Kekayaan Intelektual. Pada periode 97-98, Disney dilaporkan telah mengeluarkan biaya sebesar USD 800.000 untuk donasi.
  • Dilaporkan telah menjalin hubungan dengan delegasi kongres dari California dan Florida, dua negara bagian yang menikmati masukan miliaran dolar per tahunnya dari taman hiburan Disney.
  • Bekerja sama dengan ABC Inc. dalam upaya melobi kongres AS. Preston Padden, mundur dari jabatannya sebagai presiden ABC Television Inc demi mengawasi operasi Disney. Pada tahun 1997, Disney dilaporkan telah menghabiskan dana sebesar USD 1.5 juta untuk melakukan lobi-lobi.
  • Mengambil peran “pemimpin” di Hollywood dalam upaya melobi partai Republik agar memudahkan pergerakan perancangan legislasi Hak Cipta baru. Pada tanggal 29 Juni 1998, Disney mengutus Wakil Presiden Eksekutif, yakni John F. Cooke untuk menghadiri sebuah pertemuan mengenai legislasi UU Hak Cipta baru bersama Universal Studios dan anggota DPR AS yakni David Dreier, Mary Bono, dan Newt Gingrich. Pada bulan Februari di tahun yang sama, Disney membayar $2.700 untuk menjamu Gingrich dan istrinya, Marianne, selama tiga hari di Disney Institute, sebuah fasilitas pendidikan Disney di Orlando. Gingrich mengunjungi taman hiburan terbaru Disney pada waktu itu yakni Animal Kingdom dan memberikan sambutan.

Segala upaya Disney, serta perusahaan-perusahaan hiburan lain yang turut serta membantu, akhirnya berhasil. Pada tahun 1998, Kongres mengesahkan Sonny Bono Copyright Term Extension Act of 1998 (atau yang sering diplesetkan menjadi Mickey Mouse Act). Dengan pengaturan ini, perlindungan Hak Cipta untuk karya yang diciptakan setelah 1 Januari 1978 diperpanjang menjadi seumur hidup pencipta ditambah 70 tahun setelah kematiannya, serta memperpanjang perlindungan untuk karya ciptaan perusahaan menjadi 95 tahun setelah publikasi pertama atau 120 tahun setelah penciptaan, tergantung mana yang berakhir lebih dahulu. Dengan demikian, perlindungan Hak Cipta untuk Mickey Mouse akan berakhir pada tahun 2023!

Lalu, apakah semuanya benar akan berakhir di 2023? Kita rekap dulu perubahannya melalui tabel ini:

Mickey Mouse and Copyright

Pengaturan periode perlindungan Hak Cipta mengalami banyak perubahan setelah rilis Steamboat Willie.

Tidak mengejutkan bahwa aktivitas Disney menerima kecaman oleh berbagai pihak. Tentunya, kenyataan bahwa sebuah perusahaan swasta dapat mempengaruhi negara sampai sedemikian rupa sudah cukup mengerikan. Secara lebih spesifik, banyak kritik dilontarkan kepada praktik “Monopoli Kekayaan Intelektual” yang dilakukan oleh Disney. Akuisisi Fox dan Marvel oleh Disney turut menyerahkan tokoh-tokoh Star Wars, The Simpsons, Avengers, dan banyak lagi kepada mereka. Fakta ini ditambah dengan perlindungan Hak Cipta atas tokoh-tokoh mereka yang seakan tidak kunjung habisnya, dianggap berpotensi mempersempit ruang untuk publik mengadaptasi atau berkarya. 

Sulit untuk menciptakan tokoh baru apabila sebagian besar tokoh yang sudah ada, atau dapat dijadikan inspirasi, adalah subjek Hak Cipta dengan pemilik digdaya yang tidak segan untuk menggugat. Nyatanya, karakter-karakter Public Domain atau bebas Hak Cipta, sudah lama menjadi sumber inspirasi untuk kisah-kisah baru. Lihat saja berbagai film-film terkenal yang terinspirasi dari kisah-kisah public domain, seperti Aladdin, Beauty And The Beast, dan The Little Mermaid. Mereka adalah sebagian kecil dari Public Domain yang kemudian sukses di “remake” jadi karya-karya terkenal Disney. Ya, itulah kecerdasan Disney: Memanfaatkan Public Domain menjadi karya baru milik mereka dengan lisensi tinggi.Masih ragu menjalankan bisnis berbasis Kekayaan Intelektual? Ingin seperti Disney? Langsung konsultasikan karya Anda pada kami. Tinggalkan komentar atau langsung email ke marketing@ambadar.co.id.

No comments yet.

Be the first to comment by using the form below.

Add comment