5 Paten Unik dari Abad 19

Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat modern telah dimanjakan dengan ciptaan-ciptaan hebat yang dipatenkan para pionir masa lampau. Bagaimana nasib dunia apabila Wright bersaudara tidak memiliki  cita-cita untuk menguasai langit?  Apa kita akan terjebak di kegelapan apabila Joseph Swan tidak pernah menciptakan bohlam? Apakah artikel ini dapat diunggah dan dibaca apabila Tim Berners-Lee tidak pernah mengembangkan world wide web? 

Wajar apabila kata “paten” diasosiasikan dengan tokoh-tokoh terkemuka dan invensi-invensi pengguncang dunia. Namun pada kenyataannya, ruang lingkup paten lebih luas dari itu. Paten tidak membatasi, melainkan mendorong kreativitas manusia setinggi mungkin, seperti apa pun hasilnya. Suatu invensi tidak harus memiliki manfaat tingkat global maupun nilai inovasi yang menakjubkan agar dapat terdaftar menjadi Paten. Banyak invensi yang sifat penciptaannya sangat sederhana, manfaatnya minimal dan fungsionalitasnya menghibur, atau bahkan membingungkan. Seperti beberapa Paten berikut ini:

1. MOUSTACHE GUARD (1876) – Virgil Gates

https://www.wipo.int/export/sites/www/patents/images/weird_wonderful_2018_1_1920.png

Pada abad 19, lebatnya kumis masih dipandang sebagai simbol kejantanan. Tokoh-tokoh hebat pada masanya seperti penulis Mark Twain, filsuf Friedrich Nietzsche, dan presiden Teddy Roosevelt identik dengan kumis lebat mereka. Tidak heran kalau Virgil A. Gates menciptakan benda yang bisa melindungi aset berharga mereka. Moustache Guard ini dibuat melengkung dari berbagai bahan yang bisa disesuaikan sesuai keinginan, mulai dari karet, besi, hingga metal. Virgil mengklaim temuannya ini bisa menguatkan menguatkan bentuk kumis, selain tentunya melindungi kumis dari cipratan makanan atau minuman.

2. ANIMAL TRAP (1882) – James Williams

https://res.cloudinary.com/bpmimg/image/upload/v1616080131/w269766_qbjute.gif

Apa yang terlintas bagi orang awam apabila mendengar Texas pada era 1800-an? Film-film koboi? Meskipun pada kenyataannya era koboi atau Wild West tidak sefantastis yang digambarkan Hollywood, invensi yang satu ini cukup menghidupkan stereotipe era tersebut.  Tidak puas dengan racun dan jebakan tikus biasa, James Alexander Williams merancang alat yang dapat menembak mati tikus dengan pistol otomatis. US Patent 269,766 tidak hanya memberikan opsi pemberantasan tikus yang ekstrim, tapi juga menggambarkan cinta masyarakat Texas, tempat asal James terhadap senjata api.

3. DEVICE FOR WAKING PERSONS FROM SLEEP (1882) – Samuel Applegate

https://www.wipo.int/export/sites/www/patents/images/weird_wonderful_2018_2_1920.png

Alat yang satu ini bisa dibilang versi ekstrim dari jam weker. Karena manusia punya kecenderungan untuk terbiasa dengan bunyi-bunyian yang sudah rutin dan akhirnya tidak terbangun saat mendengar alarm, alat yang dibuat oleh Samuel bisa jadi solusinya. Alat ini bisa dihubungkan dengan jam atau alarm anti maling, yang kemudian dapat mengaktifkan rangkaian instrumen yang dibuat dari kayu, yang akan jatuh ke kepala kita saat alarm berbunyi. Walaupun terlihat ekstrim, Samuel mengklaim jatuhnya panel itu tidak akan menyakitkan. Berani coba?

4. CORK SWIMMING SUIT (1882) – Paschal Plant

https://www.wipo.int/export/sites/www/patents/images/cork_swimming_suit_850.jpg

Partners tidak bisa berenang? Atau mau coba “fashion” unik agar bisa eksis di pantai? Baju renang ciptaan Paschal Plant ini bisa jadi solusinya. Terbuat dari kepingan-kepingan kecil gabus yang dirangkai dengan benang, secara teori memang bisa membuat tubuh kita lebih ringan saat berada di dalam air. Meskipun invensi ini tidak begitu popular di pasar, namun sisi inovatifnya patut dihargai sebagai versi awal dari pelampung modern.

5. SALUTING DEVICE (1896) – James Boyle

https://www.wipo.int/export/sites/www/patents/images/saluting_hat_850.jpg

Sama seperti Mustache Guard, invensi yang satu ini merepresentasikan salah satu tradisi masa lampau yang mulai ditinggalkan. Pada masanya, pemakaian topi jauh lebih umum dan oleh karena itu, ada beberapa etika soal penggunaan topi. Mungkin Partners pernah melihat adegan di film klasik dimana seorang lelaki melepaskan dan melambaikan topinya apabila bertemu dengan perempuan.  Alat ciptaan J.C. Boyle ini  bertujuan untuk menopang etika-etika tersebut melalui desainnya, sehingga topi yang dipakai dapat bergerak tanpa perlu disentuh.

Keragaman invensi-invensi ini menggambarkan luasnya kreativitas yang dilingkupi Paten. Ide-ide baru bisa muncul dalam bentuk dan metode apa pun. Banyak sekali ruang intelektualitas yang belum dijelajahi manusia, dan setiap manusia memiliki kemampuan untuk melahirkan suatu bentuk inovasi dengan cara khas mereka sendiri. Jika Partners memiliki suatu bentuk ciptaan unik yang ingin dipatenkan, segeralah hubungi kami melalui email marketing@ambadar.co.id.

No comments yet.

Be the first to comment by using the form below.

Add comment